CARA MENULIS NOVEL YANG MENARIK DAN SESUAI KAIDAH (Bagian 1)

menulis novel

blog.rifainstitute.com– Novel merupakan salah satu jenis buku yang paling disukai oleh para remaja. Banyak remaja yang akhirnya bercita-cita ingin menjadi penulis lantaran beberapa novel yang sudah ia baca. Salah satu yang menjadi faktornya, karena di dalam novel menyajikan sebuah kehidupan yang mandiri, yang bisa saja pernah atau akan kita alami. Karena itu, perlu kiranya kita membahas cara menulis novel yang menarik dan sesuai kaidah.

Selain itu, dalam satu novel pun bisa menyajikan beberapa hal, seperti kisah petualangan yang ada komedinya, ada kisah cintanya, juga ada misterinya. Dengan kata lain, dalam satu novel bisa  menyuguhkan banyak hal yang bisa kita pelajari, juga ambil hikmahnya.

Tentu ada teknik tertentu dalam pembuatan sebuah novel. Semua orang bisa saja menulis novel, namun hanya beberapa novel saja yang dapat menarik simpati juga decak kagum. Jika kamu menjadi salah satu orang yang ingin menulis novel, maka perhatikan beberapa hal ini, supaya nantinya mendapat kesan yang positif dari penerbit maupun pembaca.

1. Menentukan Genre

Sebelum masuk ke teknis menulis novel, hal yang sangat penting kita tentukan terlebih dahulu adalah genre novel yang akan kita tulis. Dalam menentukan genre, kita bisa memilih dari hal yang kita sukai dan kuasai. Misalnya kita memilih genre sejarah, itu karena kita memang menyukai dan menguasainya. Selain itu, cara menentukan genre bisa berupa hasil survei, genre apa yang paling banyak dicari pembaca. Setelah ditemukan genrenya, barulah kita melakukan riset.

Para ahli sastra (kritikus sastra) mengklasifikasikan paling tidak ada lima genre yang bisa kita pilih, yaitu: realisme, sejarah, roman, fiksi sains dan komedi. Sebenarnya ada banyak perbedaan pendapat mengenai genre ini, tapi sebagai penulis, tentu kita tidak terlalu pusing untuk memikirkannya. Menentukan genre hanya untuk menjadi acuan dan segmentasi saja. Selebihnya, biarkan kritikus sastra yang menamainya apa.

2. Penokohan

Salah satu hal yang membuat  sebuah novel terasa hidup adalah karakter tokohnya yang kuat dan unik. Emosi pembaca akan hadir ketika tokoh-tokoh di dalamnya saling terlibat dan menimbulkan sebuah sikap. Konflik yang hadir tidak akan terasa berlebihan jika semua tokoh terlibat dalam satu alur yang mengikat.

Yang mesti diperhatikan dalam penokohan pun adalah ritme. Ritme di mana antar tokoh menimbulkan emosi yang murung, emosi yang ceria, juga emosi yang heroik. Novel kita akan terasa terus hidup apabila kita bisa menjaga ritme tersebut. Jangan sampai kita menampilkan tokoh yang terus murung atau terus ceria. Karena lama-kelamaan akan terasa hambar.

Di dalam penokohan, ada tiga bentuk yang mesti hadir supaya ritme dan konfliknya bisa terjaga. Yaitu: Tokoh Protagonis, Tokoh Antagonis dan Tokoh Tritagonis.

Tokoh Protagonis adalah tokoh utama yang menjadi pusat alur dari awal hingga akhir. Tokoh Antagonis adalah tokoh yang hadir di tengah cerita, yang menjadi antitesa (pertentangan) dari tokoh antagonis kita. Sedang tokoh tritagonis adalah tokoh pendukung antara dua tokoh sebelumnya, agar alur konfliknya semakin berwarna dan tidak monoton.

3. Karakteristik

Selanjutnya yang mesti kita pertimbangkan adalah penentuan karakter. Karakter sebagai identitas yang membedakan antara tokoh yang pertama dengan tokoh yang kedua. Yang mesti diperhatikan dalam pembuatan karakter adalah konsistensi dari awal hingga akhir. Jika pun ada perubahan karakter, pastikan ada penyebabnya yang membuat karakter antar tokoh kita itu berubah.

Misalnya kita menciptakan karakter yang humoris, ceria tapi suka jahil kepada teman. Nah jangan sampai di tengah cerita atau di akhirnya, tokoh kita menjadi pemurung tapi baik. Jika pun harus berubah karakternya, pastinya ada penyebab yang mendahuluinya.

Dalam menciptakan karakter ini, kita bisa memulai dari nama, usia, pekerjaan, kebiasaan atau hobi, dan yang menjadi pandangan hidupnya. Dalam pemilihan nama, kebiasaan dan hobinya diusahakan relevan dengan karakter yang sudah kita buat, jangan sampai bertentangan. Dari nama tokoh juga pembaca bisa menerka-nerka bagaimana sifat dan kelakuannya, lalu bisa menentukan juga berasal dari marga atau suku apa.

Klik untuk selanjutnya =>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo 🖐
Ada yang bisa mimin bantu?