PANDUAN PENELITIAN BERDASARKAN KEMENRISTEK

panduan penelitian

blog.rifainstitute.com Kementerian Riset dan Teknologi yang bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, telah menerbitkan buku Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Edisi ke XIII di Tahun 2020 ini. Ada banyak poin yang mesti kita perhatikan bersama, supaya penelitian atau riset yang kita kerjakan sesuai dengan arahan dan kebutuhan akademik di masa sekarang. Dan dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas soal panduan penelitiannya terlebih dahulu.

Riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi atau universitas bertujuan untuk memperluas ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Riset yang dilakukan oleh sivitas akademika mesti didasarkan pada jalur kompetensi dan kompetisi.

Selain itu, hasil dari riset atau penelitian juga mesti disebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dan/atau dipatenkan. Beberapa manfaat hasil penelitian itu diharapkan untuk:

  1. Pengembangan pembelajaran dan ilmu pengetahuan, serta teknologi;
  2. Peningkatan kualitas perguruan tinggi atau universitas, serta peradaban negara;
  3. Peningkatan pembangunan, kemandirian, dan daya saing negara;
  4. Pemenuhan keperluan strategis kemajuan nasional; dan
  5. Peralihan menjadi masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan.

Untuk menguatkan kedudukan IPTEK, Perguruan tinggi mempunyai peran penting sebagai modal investasi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dalam pembangunan nasional. Perguruan tinggi atau universitas harus difasilitasi agar dapat menghasilkan lebih banyak lagi invensi dan inovasi yang dapat menghasilkan teknologi tepat guna, menciptakan nilai tambah, serta meningkatkan produksi dan penggunaan komponen dalam negeri untuk membatasi ketergantungan kepada produk impor.

Supaya ketentuan di atas dapat dilaksanakan sesuai arahan, maka harus ada panduan penelitian dalam pelaksanaan riset dan pengabdian kepada masyarakat harus ditujukan untuk mencapai standar tertentu. Secara luas, tujuan riset di sekolah tinggi adalah:

  1. Menghasilkan riset yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. No. 3 Tahun 2020;
  2. Menjamin pengembangan riset yang unggul dan sesuai bidang keilmuan;
  3. Meningkatkan kemampuan penelitian;
  4. Mencapai mutu sesuai target dan kaitan hasil riset bagi masyarakat; dan
  5. Meningkatkan penyebaran hasil riset dan perlindungan kekayaan intelektual secara nasional dan internasional.

Setiap perguruan tinggi  atau universitas, diharapkan dapat mengatur penelitian yang memenuhi standar yang telah dipaparkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu panduan penelitian sebagai berikut:

  1. Standar hasil penelitian,

Hasil riset bertujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing negara. Hasil penelitian merupakan semua luaran (bukan dari lingkungan sendiri) yang didapatkan melalui kegiatan yang memenuhi patokan dan metode ilmiah secara teratur sesuai bidang studi keilmuan dan budaya akademik.

Hasil riset yang sifatnya tidak rahasia, tidak mengganggu atau membahayakan kepentingan masyarakat dan negara, sangat diharuskan untuk dipublikasikan dengan maksud untuk menyampaikan hasil penelitian kepada masyarakat luas.

  1. Standar isi penelitian,

Selanjutnya panduan penelitian dasar bercenderungan pada luaran riset yang berupa pemaparan atau penemuan untuk meminimalisir suatu gejala, fenomena, patokan, model, atau aksioma baru.

Penelitian terapan bercenderungan pada luaran penelitian yang berupa pembaruan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat luas. Penelitian dasar dan terapan mencakup bahan kajian yang khusus untuk kebutuhan nasional, yang harus memenuhi asas-asas kemanfaatan dan kebaruan.

  1. Standar proses penelitian,

Yaitu ketentuan sekurang-kurangnya yang mencakupi:

  1. a) Kegiatan riset yang terdiri atas planing, aktuating, dan evaluasi;
  2. b) Memenuhi patokan (kaidah) dan metode ilmiah secara terstruktur sesuai dengan keilmuan dan budaya akademik; dan
  3. c) Mempertimbangkan standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, serta keamanan peneliti dan masyarakat.
  4. Standar penilaian penelitian

Yaitu ketentuan sekurang-kurangnya penilaian terhadap langkah dan hasil penelitian, di antaranya:

  1. a) Dilaksanakan dengan berintegrasi dengan prinsip penilaian yang mempunyai unsur memberi pelajaran, sesuai kenyataan, dapat dipertanggung-jawabkan, dan terbuka;
  2. b) Harus memperhatikan kesesuaian dengan standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian; dan
  3. c) Menggunakan langkah-langkah dan alat-alat yang relevan, dapat dipertanggung-jawabkan, dan dapat terukur ketercapaian kinerjanya.
  4. Standar peneliti

Yaitu ketentuan sekurang-kurangnya peneliti yang mencakupi:

  1. a) Kemampuan peneliti untuk melakukan riset;
  2. b) Kemampuan tingkat penguasaan metode penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan, objek riset, serta tingkat kesulitan dan tingkat kedalaman penelitian yang ditentukan berdasarkan pembatasan akademik dan hasil penelitian; dan
  3. c) Menentukan kekuasaan melaksanakan penelitian yang diatur dalam pedoman rinci yang dikeluarkan oleh Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan.
  4. Standar sarana dan prasarana penelitian

Panduan penelitian selanjutnya yaitu Sarana dan prasarana yang mesti memenuhi ukuran mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, keamanan peneliti, masyarakat dan lingkungan. Sarana dan prasarana merupakan fasilitas perguruan tinggi yang digunakan untuk memfasilitasi penelitian.

  1. Standar pengelolaan penelitian

Pengelolaan riset dilaksanakan oleh unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang bertugas untuk mengelola penelitian, seperti lembaga riset dan pengabdian kepada masyarakat, atau bentuk lainnya yang serupa dan sesuai dengan keperluan dan ketentuan perguruan tinggi atau universitas.

  1. Standar pendanaan dan pembiayaan penelitian

Pendanaan riset digunakan untuk membiayai perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi penelitian, pelaporan hasil penelitian, dan publikasi hasil penelitian.

Dana pengelolaan penelitian wajib dipersiapkan oleh perguruan tinggi atau universitas, untuk digunakan membiayai manajemen penelitian, peningkatan kapasitas peneliti, dan insentif publikasi ilmiah atau insentif Kekayaan Intelektual (KI). Perguruan tinggi tidak dibenarkan untuk mengambil fee dari para peneliti.

Demikian Panduan Penelitian yang dapat kami ringkaskan sesuai dengan Kemenristek tahun 2020. semoga bermanfaat untuk riset kita semua.

Apakah Anda ingin mempublikasikan penelitian? Kami dengan senang hati bersedia melayani untuk menjadi teman diskusi, juga bersedia membantu untuk menerbitkannya di Jurnal Syntax Imperatif. Silakan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo 🖐
Ada yang bisa mimin bantu?