PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - RIFA'WEB

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

blog.rifainstitute.com– Setelah kita memperhatikan panduan penelitian berdasarkan kemenristek tahun 2020, selanjutnya kita pun mesti memerhatikan pedoman pengabdian kepada masyarakat.

Sebelum kita masuk ke inti pembahasan, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui tujuan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi terlebih dahulu, yaitu diantaranya:

  1. Melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai yang tertulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
  2. Meningkatkan pola pemberdayaan masyarakat;
  3. Mengembangkan kemampuan dan daya serap pengabdi masyarakat;
  4. Memberikan pemecahan masalah berdasarkan riset akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi masyarakat;
  5. Melaksanakan aktivitas yang dapat memberdayakan masyarakat pada semua strata, entah secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya; dan
  6. Melaksanakan optimalisasi teknologi, ilmu, dan seni kepada masyarakat untuk pengembangan martabat manusia yang berkeadilan, kesetaraan sosial dan kelestarian sumber daya alam.

Hampir sama dengan pelaksanaan penelitian, setiap perguruan tinggi juga diharapkan dapat mengelola pengabdian kepada masyarakat berdasar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020. Sebagai penjelasannya, dapat diperhatikan sebagai berikut:

  1. Standar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat

Hasil pengabdian kepada masyarakat bisa berupa penyelesaian masalah yang menjadi kontroversi di masyarakat, bisa berupa pengajaran dan penerapan teknologi yang tepat guna, bisa berupa materi untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bisa juga berupa modul pelatihan untuk pengadaan sumber belajar.

Hal di atas merupakan kriteria minimal hasil dari pengabdian kepada masyarakat dalam menerapan, mengamalkan, dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. Standar Isi Pengabdian Kepada Masyarakat

Kebermanfaatan pengabdian kepada masyarakat, merupakan sumber dari hasil penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan. Hal itu meliputi hasil penelitian yang dapat diterapkan dan dibutuhkan langsung oleh masyarakat, juga memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Hal lain yang mesti diperhatikan adalah model pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan rekomedasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung kepada masyarakat. Ini merupakan kriteria minimal tentang kedalaman dan keluasan materi pengabdian kepada masyarakat, yang mengacu pada standar hasil.

  1. Standar Proses Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berupa pelayanan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan bidang keahlian pengabdi. Bisa juga berupa peningkatan kemampuan dan pemberdayaan.

Pengabdian kepada masyarakat ini wajib mempertimbangkan standar mutu, menjamin keselamatan kerja dan kenyamanan, serta keamanan pelaksana, masyarakat dan lingkungan. Ini merupakan kriteria minimal tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu dari bentuk pembelajaran, harus mengarah pada terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan serta memenuhi ketentuan dan pedoman pengabdian di perguruan tinggi.

  1. Standar Penilaian Pengabdian Kepada Masyarakat

Penilaian proses dan hasil pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara terpadu dengan prinsip pengajaran, keadaan sebenarnya, dapat dipertanggung-jawabkan, dan terbuka. Selain itu, juga harus memperhatikan kesesuaian dengan standar hasil, standar isi, dan standar proses pengabdian kepada masyarakat.

Kriteria minimal penilaian hasil meliputi tingkat kepuasan masyarakat, terjadinya perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada masyarakat sesuai dengan sasaran program. Selain itu juga dapat dimanfaatkannya ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat secara berkelanjutan.

Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan instrumen yang relevan, dapat dipertanggung-jawabkan, dan dapat mewakili ukuran ketercapaian kinerja proses dan pencapaian kinerja hasil pengabdian kepada masyarakat.

  1. Standar Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat

Kemampuan pelaksana pengabdian kepada masyarakat, akan menentukan kewenangan dalam melaksanakan pengabdian yang diatur dalam pedoman rinci yang dikeluarkan oleh Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan.

Kriteria minimal kemampuan pelaksana untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, diantaranya pelaksana wajib memiliki penguasaan metode penerapan keilmuan yang sesuai dengan bidang keahlian, jenis kegiatan, serta tingkat keluasanya.

  1. Standar Sarana Dan Prasarana Pengabdian Kepada Masyarakat

Sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat merupakan sarana perguruan tinggi yang dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dan kegiatan penelitian, yang harus memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan.

Hal di atas merupakan kriteria minimal tentang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses pengabdian kepada masyarakat, dalam rangka memenuhi hasil pengabdian kepada masyarakat yang maksimal dan sesuai yang sudah ditargetkan.

  1. Standar Pengelolaan Pengabdian Kepada Masyarakat

Perguruan tinggi atau lembaga pengabdian kepada masyarakat wajib untuk:

a) Menyusun dan mengembangkan rencana program pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan rencana strategis pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi;

b) Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal kegiatan pengabdian kepada masyarakat;

c) Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat;

e) Melaksanakan pemantauan, evaluasi pelaksanaan, dan penyebaran hasil pengabdian kepada masyarakat;

f) Memberikan penghargaan kepada pelaksana pengabdian kepada masyarakat yang berprestasi,

g) Mendayagunakan sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat pada lembaga lain melalui kerja sama;

h) Melakukan analisis kebutuhan yang menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat; serta

i) Menyusun dan menyampaikan laporan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dikelolanya ke pangkalan data pendidikan tinggi.

Hal di atas merupakan kriteria minimal tentang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi. Selain itu juga pelaporan kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang bertugas untuk mengelola pengabdian kepada masyarakat.

  1. Standar Pendanaan Dan Pembiayaan Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendanaan digunakan untuk membiayai perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan, evaluasi, pelaporan dan hasil pengabdian kepada masyarakat. Mekanisme pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada masyarakat yang harus diatur berdasarkan ketentuan yang ada di perguruan tinggi.

Perguruan tinggi wajib menyediakan dana pengelolaan termasuk peningkatan kapasitas pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak dibenarkan untuk mengambil fee dari pelaksana pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan kali ini, pembahasan pedoman pengabdian kepada masyarakatnya dicukupkan sekian. Apakah Anda ingin mempublikasikan penelitian? Kami dengan senang hati bersedia melayani untuk menjadi teman diskusi, juga bersedia membantu untuk menerbitkannya di Jurnal Syntax Imperatif. Silakan klik di sini.

Bagikan ke teman Anda!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo 🖐
Ada yang bisa mimin bantu?