JENIS-JENIS PENERBIT BUKU YANG MESTI KAMU TAHU - RIFA'WEB

JENIS-JENIS PENERBIT BUKU YANG MESTI KAMU TAHU

blog.rifainstitute.com– Setelah kita mengedit naskah, hal selanjutnya yang mesti kita ketahui adalah jenis-jenis penerbit. Untuk saat ini, paling tidak ada tiga jenis penerbit yang mempunyai kriteria dan aturan yang berbeda.

Selain untuk mengetahui kriterianya, mengenal tiga jenis penerbit juga bisa memudahkan langkah kita untuk memulai karir. Ketiga jenis penerbit itu yaitu penerbit vanity, penerbit indie dan penerbit mayor.

Penerbit Vanity

Penerbit vanity membuka jasa dalam setiap langkah proses penerbitan, dari mulai jasa editor, jasa layout atau tata letak, desain caver, pengajuan ISBN hingga percetakan. Tidak ada proses seleksi naskah, semua naskah bisa diterbitkan, dengan didahului oleh proses pendampingan dan konsultasi terlebih dahulu, supaya bukunya nanti tetap bermutu.

Penulis pemula sangat disarankan untuk memulai karirnya dengan menerbitkan naskahnya di penerbit vanity terlebih dahulu. Selain karena tidak ada seleksi naskah yang ketat, tapi juga akan ada banyak ilmu yang didapat saat proses pendampingan atau saat konsultasi.

Ada banyak penerbit vanity yang siap menerbitkan karya kita, dengan daftar harga yang lumayan mahal. Tapi ada juga yang melayani dengan daftar harga yang terjangkau, misalnya Penerbit Bukunisasi.

Selain melayani dengan harga yang terjangkau, Penerbit Bukunisasi juga memberikan kelebihan layanan yang jarang diberikan oleh penerbit vanity lainnya, misalnya seperti buku kita sudah bisa masuk di Google Play Book, dan juga sudah terindex oleh Google Scholar.

Selain untuk penulis pemula yang ingin segera punya karya, Penerbit Bukunisasi juga sangat cocok untuk dosen muda yang belum punya tempat di penerbit mayor, atau siapa pun yang ingin punya karya, tapi belum bisa menjangkau penerbit mayor yang tahapan seleksi naskahnya sangat ketat.

Bila kamu tertarik untuk memulai karir dengan menerbitkan buku di Penerbit Bukunisasi, bisa langsung klik di sini.

Penerbit Indie

Jika kita sudah punya karya yang diterbitkan oleh penerbit vanity, maka langkah kita selanjutnya adalah memasuki penerbit indie. Di dalam penerbit indie sudah mulai ada seleksi naskah, walau tidak seketat penerbit mayor.

Tapi di penerbit indie kita sudah tidak perlu membayar jasa editor, tata letak dan desain caver. Semua itu ditanggung oleh penerbit, kita hanya perlu membayar biaya cetak saja. Namun ada juga beberapa penerbit indie yang tidak membebankan biaya cetak ke penulis, misalnya penerbit Buku Mojok.

Jenis-jenis penerbit indie biasanya hanya mencetak buku dengan jumlah ratusan eksemplar saja, dan penerbit pun membantu pemasarannya. Hal yang paling sering penerbit indie lakukan biasanya dengan sistem pre-order, yakni dipasarkan terlebih dahulu di media sosial, lalu nanti dicetak sesuai pesanan. Tentu hal ini dimaksudkan untuk menekan biasa cetak yang sia-sia.

Penerbit Mayor

Setelah kita bisa menerbitkan naskah di penerbit indie, dengan modal pengetahuan industri buku berserta beberapa karya yang sudah kita punya, maka selanjutnya kita melangkah ke penerbit mayor.

Memang ada penulis yang langsung bisa melangkah ke penerbit mayor, namun biasanya mereka sudah punya modal dengan rutin menulis di media massa nasional, seperti tempo, kompas atau yang lainnya.

Penulis pemula yang tidak punya kiprah di dalam media massa, biasanya mereka memulai karir dari penerbit vanity, penerbit indie, lalu ke penerbit mayor.

Tentu ada banyak keunggulan jika kita bisa menembus penerbit mayor, diantaranya kita tidak dipungut biaya sepeser pun dalam proses penerbitan dan percetakannya, dan buku kita dicetak dengan jumlah ribuan eksemplar.

Selain itu, keuntungan lainnya adalah distribusi buku kita yang sangat luas dan merata, serta akan muncul di rak-rak toko buku ternama, seperti Toga Mas atau Gramedia. Bisa lolos seleksi di penerbit mayor menjadi idaman banyak penulis.

Salah satu penerbit mayor yang paling dikenal adalah Gramedia. Tapi tentu sangat sulit untuk bisa menembus penerbit mayor, karena hal utama yang dikedapankan mereka adalah pasar, selain kualitas.

Tak banyak pula penulis yang akhirnya berdiam diri di penerbit indie, karena mereka tidak mau mengikuti kehendak pasar.

Tentu dari tiga jenis-jenis penerbit di atas memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tapi sebagai penulis, yang terpenting adalah memiliki karya, dari jenis mana pun penerbitan yang kita pilih, beserta kekurangan dan kelebihannya.

Semoga sedikit ulasan di atas dapat membantumu dalam menentukan langkah dari mana kita harus memulai.

Dan jika kamu ingin memulai karir penulis, bisa dimulai dengan menerbitkan buku di Bukunisasi.

Bagikan ke teman Anda!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo 🖐
Ada yang bisa mimin bantu?