Jurnal Penyesuaian: Pengertian, Fungsi, Tujuan Serta Contohnya

JURNAL PENYESUAIAN; PENGERTIAN, FUNGSI, TUJUAN SERTA CONTOHNYA

blog.rifainstitute.com Kembali lagi di blog.rifainstitute.com, Nah diartikel kali ini saya akan membahas dengan lebih mendalam tentang jurnal penyesuaian pengertian, fungsi, contoh dll.

Di dalam sebuah perusahaan pastinya ingin berkembang ke arah positif dan di nilai baik. Sebuah perusahaan yang bisa dikatakan baik, salah satunya yaitu melalui kerapihan di pembukuannya.

Salah satu hal yang penting dari sebuah perusahaan yaitu jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian juga bagian dari laporan keuangan sebuah perusahaan.

Apa Itu Jurnal Penyesuaian?

Jurnal penyesuaian adalah proses penyesuaian tentang fakta atau catatan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Jurnal penyesuaian ini jadi, catatan perubahan saldo di dalam akun tersebut nantinya akan mencerminkan saldo real. Jumlah ini jadi jumlah saldo sesungguhnya yang ada di akhir periode.

Maka dengan demikian, kita tahu bahwa jurnal penyesuaian ini akan dicatat di akhir periode. Pencatatan ini dilakukan sebelum worksheet atau peyusunan kertas kerja diatur. Pencatatan ini juga disusun setelah menentukan hasil dari neraca saldo.

Maka secara garis besarnya, kita dapat menyimpulkan bahwa jurbal penyesuaian akan digunakan sebagai penetepan saldo akhir periode. Dan biasanya, catatan ini akan dimasukkan ke dalam buku besar sebuah akun. Jurnal penyesuaian ini juga akan menentukan jumlah pendapatan dan beban secara bersih

Contoh Jurnal Penyesuaian

Jika kalian belum bisa membuat jurnal penyesuaian, nah kali ini saya akan membahasnya.

Sebenarnya cara membuat jurnal penyesuaian ini cukup mudah kok, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan sebelum membuatnya, yaitu kalian perlu mengetahui perilaku transaksi yang terjadi serta kalian juga perlu mengetahui  tentang aturan debit dan kredit dalam akuntansi, ini merupakan hal yang penting sebagai dasar menyusun ayat jurnal penyesuaian ini.

1. Biaya/Beban Dibayar di Muka (Prepaid Expenses)

Sering terjadi sebuah perusahaan telah membayar biaya/beban untuk periode yang akan datang, beban ini dinamakan biaya/beban dibayar di muka. Oleh karena itu apabila kalian menemukan beban yang seharusnya dibayar pada periode yang akan datang, maka kalian perlu sebuah perhitungan beban mana yang dilaporkan pada periode saat ini.

Contoh Kasus:

Saldo akun pada necara saldo sebesar Rp. 3.800.000,-. Pada akhir periode, informasi saldo akun menunjukkan sisa sebesar Rp. 3.000.000,-. Maka premi asuransi yang telah menjadi beban yakni sebesar Rp. 3.800.000,- dikurangi Rp. 3.000.000,- maka hasilnya sebesar Rp. 800.000,-. Nah maka nominal ini yang harus diakui sebagai beban asuransi dan mengurangi jumlah asuransi yang  dibayar diawal.

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 2020 Beban asuransi Rp. 800.000,-
Asuransi dibayar di muka Rp. 800.000,-

2. Pendapatan yang Masih Harus Diterima atau Piutang Pendapatan (Accrued Revenue)

Piutang pendapatan adalah suatu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan namun belum diterima, maka hak tersebut harus dicatat sebagai pendapatan di periode tersebut.

Contoh Kasus:

Sebuah perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan sebesar Rp. 350.000,-. Jumlah ini belum termasuk pada necara saldo sebesar Rp. 15.500.000,-  (piutang pendapatan perusahaan). Maka akan dicatat sebagai menambah piutang pendapatan serta pendapatan jasa sebesar Rp. 15.850.000,-.

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 2020 Piutang pendapatan Rp. 350.000,-
Pendapatan jasa Rp. 350.000,-

3. Perlengkapan yang Tersisa/Pemakaian Perlengkapan

Perlengkapan merupakan bahan-bahan yang dibeli untuk kepentingan operasi perusahaan serta tidak untuk dijual kembali. Maka perusahaan perlu mencatat pemakaian perlengkapan atau bisa melakukan perhitungan fisik pada jumlah perlengkapan yang sudah terpakai ataupun yang masih tersisa.

Contoh Kasus:

saldo akun perlengkapan di neraca saldo sebesar Rp. 3.300.000,-. Di akhir periode ada informasi perlengkapan yang masih tersisa yaitu sebesar Rp. 2.500.000,-. Maka perusahaan sudah melakukan pemakaian perlengkapan sebesar Rp. 3.300.000 – Rp. 2.500.000 = Rp. 800.000,-. Maka dicatat menambah beban perlengkapan serta mengurangi perlengkapan sebesar Rp. 800.000,-.

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 2020 Beban perlengkapan Rp. 800.000,-
Perlengkapan Rp. 800.000,-

4. Penyusutan Peralatan

Selain dua hal tadi, ada juga hal yang harus dicatat yaitu penyusutan peralatan harus dicatat sebagai pengakuan beban depresi atau beban penyusutan oleh sebuah perusahaan.

Contoh Kasus

Pada periode Desember 2020, terdapat informasi yang menunjukkan bahwa beban depresiasi/penyusutan saldo sebesar Rp. 1.200.000,-. Maka akan menambah beban penyusutan serta menambah akumulasi penyusutan sebesar Rp. 1.200.000,-.

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 2020 Beban penyusutan peralatan Rp. 1.200.000,-
Akm penyusutan peralatan Rp. 1.200.000,-

5. Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan yang diterima di muka tidak boleh dicatat sebagai pendapatan, akan tetapi akan dicatat menjadi hutang. Hal ini karena perusahaan belum melakukan realisasi terhadap pendapatan tersebut untuk apa nantinya, jadi belum menjadi hak perusahaan.

Contoh Kasus:

Pendapatan yang diterima di muka saldo sebesar Rp. 10.000.000,- dan sampai akhir periode perusahaan hanya menggunakannya sebesar Rp. 2.000.000. Maka akan dicatat sebagai pendapatan sewa bertambah serta pendapatan di muka, sebesar Rp. 2.000.000,-. Oleh karena itu berarti saldo masih ada sebesar Rp. 8.00.000,- yang masih menjadi hutang pendapatan bagi perusahaan.

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 2020 Pendapatan Diterima di muka Rp. 1.500.000,-
Pendapatan sewa Rp. 1.500.000,-

6. Beban Sewa Gedung Dibayar di Muka

Kasus ini tidak jauh beda dengan kasus yang ada di nomor pertama yaitu beban dibayar di muka. Penyelesaian jurnal penyesuaiannya pun sama.

Contoh Kasus:

Saldo akun sewa gedung yang dibayar di muka mempunyai saldo sebesar Rp. 10.200.000,-. Yang dimana angka tersebut tidak menunjukkan situasi sesungguhnya. Karena, sudah digunakan sewa sebesar Rp. 5.200.000,-. Maka, beban sewanya akan bertambah dan sewa yang dibayar diawal mengalami pengurangan sebesar Rp. 5.200.000,-.

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 2020 Beban sewa Rp. 5.200.000,-
Sewa dibayar di muka Rp. 5.200.000,-

Fungsi Jurnal Penyesuaian

Setelah tadi kita membahas tentang pengertian dan contohnya, nah selanjutnya kita akan membahas fungsi-fungsinya. Di dalam jurnal penyelesaian ini terdapat fungsi yang harus kalian ketahui dari jurnal penyelesaian ini, diantaranya:

  1. Dapat digunakan untuk menghitung setiap perkiraan nominal (beban dan perkiraan pendapatan) yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan.
  2.  Supaya akun-akun nominal, yaitu akun pendapatan serta beban bisa diakui dalam situasi periode serta menunjukkan keadaan yang sebenarnya.
  3. Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga perkiraan saldo kewajiban serta harta yaitu saldo riil menunjukkan jumlah yang sesungguhnya.
  4. Supaya pada akhir periode akun riil yang berupa kewajiban, harta, dan modal menampilkan situasi yang sebenarnya.

Mungkin sudahi dulu sampai disini pembahasan mengenai jurnal penyesuaian yang meliputi pengertian, tujuan, fungsi serta contohnya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih

Bagikan ke teman Anda!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo 🖐
Ada yang bisa mimin bantu?