Pengertian Jurnal Scopus dan Cara Mengetahui Jurnal Terindex Scopus

Jurnal Scopus

 blog.rifainstitute.com – Salah satu hal yang sering kali membuat pusing seorang dosen atau mahasiswa doktoral adalah kewajiban untuk publikasi di jurnal yang terindeks Scopus.

Sejak beberapa tahun lalu pemerintah mewajibkan dosen untuk menulis di jurnal Scopus sebagai syarat kenaikan jabatan dan sebagainya. Tidak hanya dosen, kampus pun mewajibkan mahasiswa S3 untuk mempublikasikan artikel ilmiahnya di sebuah jurnal yang sudah terindeks.

Namun sangat disayangkan, tidak semua dosen atau mahasiswa yang mengerti dan tahu bagaimana cara mengetahui apakah jurnal tersebut telah terindeks Scopus atau tidak.

Nah, oleh karena itu di artikel kali ini saya akan membahas cara mengetahui atau mengecek apakah jurnal tersebut telah terindeks Scopus. Tetapi sebelum kita membahasnya alangkah baiknya kita kenali Scopus terlebih dahulu.

Apa itu Scopus?

Scopus merupakan sebuah pangkalan data pustaka yang mengindeks abstrak serta sitasi artikel ilmiah. Scopus ini adalah indeks yang dimiliki oleh elsevier sebuah publisher jurnal besar di dunia.

Saat ini telah mengindeks kurang lebih 20.000 judul jurnal dari 5.000 penerbit. Sekitar 20.000 di antaranya merupakan jurnal peer review di bidang sains, teknik, ilmu sosial serta kedokteran.

DIKTI menggunakan Scopus sebagai ukuran reputasi intelektual, tetapi semakin hari Scopus semakin memunculkan kelemahannya. Misalnya, pada cara indeks tersebut menghitung sitasi dengan apa adanya tanpa mempertimbangkan apakah sitasi tersebut relevan dengan topik atau tidak.

Selain itu, indeks Scopus juga mengcover prosiding-prosiding dari seminar internasional yang secara kualitas adalah rendah. Akhirnya, perhitungan H- index bisa dimanipulasi dengan  melakukan self citation atau kesepakatan untuk saling mensitasi artikel jurnal ilmiah masing-masing.

Tetapi, terlepas dari kontroversi soal indeks Scopus ini, hingga saat ini aturan kewajiban publikasi Scopus masih belum dicabut. Jadi mau tidak mau, seorang dosen atau mahasiswa doktoral harus mencari jurnal yang sudah terindeks Scopus.

Cara Mengetahui Jurnal Terindeks Scopus

Kalian mungkin sudah kenal dengan Scopus ini, langsung saja sebaiknya kalian langsung membahas bagaimana cara mengecek apakah sebuah jurnal terindeks Scopus atau tidak.

Untuk dapatmengetahuinya cukup mudah, yaitu ada 2 cara yang bisa kalian lakukan untuk dapat mengetahui jurnal terindeks Scopus. Beriku merupakan kedua cara tersebut, diantaranya:

1. Menggunakan Scimago JR

Scimago JR adalah sebuah situs peranking jurnal yang mengambil database dari Scopus, sehingga jurnal yang ada di Scimago JR (SJR) sebagian besar terindeks oleh Scopus.

Karena hanya sebagian besar, berarti tidak semuanya. Oleh karena itu, data yang digunakan Scimago JR yaitu data Scopus yang lebih lama. Bisa jadi sebuah jurnal yang ada di Scimago JR masih terindex Scopus, tetapi di Scopus nya tidak terindex lagi.

Meskipun demikian, Scimago JR sering kali dikunjungi untuk melihat rank dari sebuah jurnal ilmiah. Scimago JR ini membagi jurnal menjadi 4 yakni Q1, Q2, Q3, dan Q4. Kuartil-kuartil inilah yang sering dibangga-banggakan oleh akademisi ketika ia berhasil mencapai jurnal terkait.

Berikut ini cara mengetahui jurnal terindex Scopus atau tidak melalui Scimago JR :

  1. Langkah pertama, kalian harus mencari jurnal internasional terlebih dahulu. Catatlah judul-judul yang ingin kalian cek index Scopus nya.
  2. Selanjutnya, kalian buka halaman utama Scimagi JR di https://www.scimagojr.com/
  3. Ketikkan judul jurnal yang sudah kalian catat di kolom pencarian dan lalu enter
  4. Buka lah hasil pencarian yang cocok dengan judul jurnal yang kalian masukkan tadi. Jika jurnal tersebut ada pada hasil pencarian, itu bisa jadi masih terindex Scopus, jika tidak berarti belum. Dan jangan lupa perhatikan juga kuartil (Q) jurnal tersebut.
  5. Jika kalian tidak mempunyai daftar judul jurnal yang ingin kalian cari, kalian bisa menu Journa Rankings.
  6. Kalian bisa mengatur ” All subject areas”, “All subject categories” dan sebagainya untuk dapat memudahkan kalian mencari judul jurnal yang cocok dengan penelitian kalian.

Meskipun powerfull, Scimago JR mempunyai kelemahan dari tidak update nya data Scopus, selain itu jurnal yang baru terindex Scopus tidak bisa kalian temukan di Scimago JR.

Karena butuh waktu sekitar 3 tahun supaya jurnal tersebut memperoleh kuartilnya. Oleh karena itu, sebaiknya kalian juga memastikannya dengan mengecek di situs Scopus langsung.

2. Cek Langsung di Situs Scopus

jurnal scopus

Jika kalian sudah mempunyai daftar-daftar nama jurnal yang ada kumpulkan sendiri atau melalui Scimago JR, sekarang kalian dapat mengecek status index nya di Scopus.

Hal ini penting untuk kamu lakukan karena tidak semua yang masih terindex pada Scimago JR juga terindex Scopus karena data Scimago JR tidak lebih update.

Berikut ini adalah cara-cara mengecek jurnal terindeks di Scopus, diantaranya:

  1. Buka laman resmi Scopus
  2. Klik “Sources” di bagian kanan atas
  3. Isi nama jurnal “Enter title” kemudian tekan enter atau klik “Find sources”
  4. Jika nama jurnal yang kalian masukkan ke dalam kotak pencarian ditemukan, klik jurnal tersebut lalu cek tahun coverage-nya (lihat gambar di bawah)
  5. Selain itu, cek juga “Scopus content coverage” di bawah, jika telah masuk data 2020 itu berarti jurnal tersebut masih terindex oleh Scopus.

Meskipun kalian cek langsung ke situs utama Scopus tetap saja ada kendala. Terkadang butuh waktu minimal 1 bulan dari volume/issue terakhir yang terbit supaya bisa dibaca oleh index Scopus.

 

Bagikan ke teman Anda!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo 🖐
Ada yang bisa mimin bantu?