Jurnal Scopus Q1 dengan Merubah Artikel Skripsi Kamu

Jurnal Scopus Q1 dengan Merubah Artikel Skripsi Kamu

merubah skripsi menjadi jurnal scopus q1

Jurnal Scopus Q1 akan kita bahas bagaimana membuatnya dengan merubah artikel skripsi .

Oke jadi kadang Anda sebagai dosen, Anda banyak membimbingnya skripsi tesis ataupun disertasi dan itu kadang berpotensi untuk dimasukkan kedalam jurnal.

Artikel yang dibahas kali ini ialah artikel dari skripsi salah satu mahasiswa Mas Bayu Arie Fianto setelah kembali dari studi S3. Jadi bimbingan pertama setelah Mas Bayu Arie Fianto studi S3.

Jurnal Scopus Q1 dengan Merubah Artikel Skripsi Kamu

Dan Memang dari awal anak bimbing skripsi ini memiliki judul kemudian karena tidak berpotensi untuk dijadikan skripsi, Mas Bayu Arie Fianto memberikan urun judul tentang Islamic microfinance jadi masih terinspirasi dari disertasi Mas Bayu Arie Fianto di Selandia baru.

jurnal scopus q1

Jadi judul dari artikel ini ialah “Determining Factors of Non Performing Financing in Islamic Microfinance Institution” nah penempatan nama disini yang pertama karena memang dari skripsi yang dikumpulkan oleh anak bombing, ini hampir 80% dirombak dan direwok oleh Mas Bayu Arie Fianto.

Ada output yang lain juga dari skripsinya yaitu di konferensi prosiding dan itu yang nama pertama adalah Nama Mas Bayu Arie Fianto.

Dan Mas Bayu Arie Fianto dan Mahasiswa juga memiliki perjanjian bahwasanya terkait dengan urutan nama ini ya dan memang judul juga kontribusi dari Mas Bayu Arie Fianto dan hampir dirework semua bagian dari skripsinya.

jurnal helion

Kalau kita lihat disini artikelnya publish di jurnal helion, helion ini jurnal multidisiplin memang mengingat ini dari skripsi jadi dimasukkan ke jurnal yang TOP, paling tidak jurnal ini tetap Jurnal Scopus Q1 dan publish oleh Elsevier Science Direction.

jurnal q1 Elsevier Science Direction

Jadi sebenarnya tidak mudah juga untuk masuk ke jurnal scopus q1 ini, tapi tentunya dibanding dengan jurnal yang lebih baik.
Tapi bisa Anda coba ya masuk ke jurnal ini, nanti bisa ditulis di komen bagaimana kesannya ya mudah atau tidak masuk ke jurnal ini.

Nah skripsi ini secara umum ya itu dirombak dan dikurangin hampir semua bagiannya. Dilihat disini jurnalnya hanya 5 halaman 5 halaman bisa masuk ke jurnal scopus Q1 jurnal dengan bidang ilmu yang multidisiplin.

Dilihat abstraknya sudah sangat singkat dan bisa dilihat bagian-bagian dari skripsi sudah dihilangkan, disesuaikan dengan standar jurnal internasional, mulai dari penulisannya, Lay out-nya, formulanya dan lain sebagainya.
Jadi sudah disesuaikan dengan jurnal internasionalnya dan ini Mas Bayu Arie Fianto membuat sendiri, memang sudah ditranslate ke bahasa Inggris oleh mahasiswa tapi tentunya translatenya perlu dirombak lagi.
Habis itu dikirim ke Prove Read, diartikel ini mengevaluasi atau melihat faktor-faktor yang menyebabkan pembiayaan bermasalah di Islamic microfinance institution.

abstrak artikel penelitian

Kemudian datanya Ini hanya dari 140 klien ya dengan 90 klien status pembiayaannya bagus dan 50 klien dengan status pembiayaan buruk.

Dan ini memang dari skripsi itu, dan Mas Bayu Arie Fianto run lagi datanya dipastikan lagi datanya benar.
Memang banyak yang harus dirombak tapi bisa dari skripsi masuk ke jurnal scopus Q1.

Nah sama dengan artikel-artikel sebelumnya kita harus punya novelty, kita harus punya research gape, kita harus punya motivasi apa yang menjadi latar belakang Anda mengambil judul yang Anda pilih.

Dan disini sudah sangat jelas di introduction bahwa disini Mas Bayu Arie Fianto mengevaluasi faktor yang menyebabkan pembiayaan bermasalah di Islamic microfinance institution.

introduction jurnal scopus q1

Jadi di dua paragraf awal bercerita banyak tentang penelitian ini, mulai dari apa tujuannya untuk studi non-Performing financing di Islamic microfinance institution.

Kemudian di paragraf selanjutnya masih di introduction ini Mas Bayu Arie Fianto memaparkan tentang studi-studi tentang non-performing loan atau non-performing financing juga di Islamic dan konvensional sampai mana.
Jadi menurut Mas Bayu Arie Fianto kita perlu memaparkan apa gape penelitiannya.

motivation for studying islamic

Kemudian di bagian selanjutnya setelah introduction kita bisa lihat disini Mas Bayu Arie Fianto juga menampilkan motivation for studying Islamic microfinance institution, nah ini Mas Bayu Arie Fianto menyampaikan bahwa di Islamic itu ada PLS dan non-PLS dan masih sangat sedikit yang memasukkan variabel ini dalam studi evaluasi non Performing financing.

Kemudian dilanjutkan dengan teori atau literatur review tentang non-performing loan, npl, npf yang itu sudah ada sebelumnya dan juga disampaikan kenapa Islamic microfinance ini penting untuk diteliti, Dalam hal ini Mas Bayu Arie Fianto menyampaikan karena mereka bisa menjangkau di masyarakat daerah rural area.

largest muslim population

Dan juga karena Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar, nah ini disampaikan untuk latar belakang motivasi kenapa kita melakukan penelitian.

Kemudian selanjutnya ialah di bagian method, disitu Mas Bayu Arie Fianto menjelaskan definisi operasional dari variabel yang digunakan ya variabel-variabelnya apa saja dan bagaimana ukurannya, indikatornya, kita bisa lihat disini Mas Bayu Arie Fianto menjelaskan dalam tabel 2 ada yang dummy ada yang tipenya continuous variable.

logic model

Kemudian juga Mas Bayu Arie Fianto menyampaikan teori dari logic dari awalnya DCM ini penulisan formula juga standar jurnal ilmiah, kita bisa lihat tabel-tabel nya juga.

Kemudian untuk pembahasan disini dimulai dengan statistik deskriptif dan langsung dibagi klien kedua bagiannya, yaitu non Performing financing dan Performing financing, sama seperti di Abstrak tadi, dari 140 itu yang Performing financing nya itu 90 dan yang tidak form itu 50 dan ini kita lihat dari umur, gender, education level, occupation, jarak dari tempat tinggal ke lembaga keuangan mikro, lokasinya, tipe kontraknya, PLS dan non-PLS dan total pembiayaan yang diterima.

non Performing financing dan Performing financing

Kemudian masuk ke Man modelnya, man modelnya ada di tabel 4 ini jadi dari umur, gender sampai dengan total financing ada delapan variabel dan ini yang signifikan ada empat variabelnya, ini kemudian kita analisis satu per satudari variabel-variabel yang signifikan tentunya.

man model

Kemudian untuk robustness tes, disini juga dimasukkan model lanjutan yaitu probit walaupun kalau di jurnal-jurnal yang TOP di Finance ini tidak akan bisa masuk ya dengan memasukkan robustness tes ini, tapi karena ini jurnal multidisiplin dan levelnya masih jauh dibanding jurnal yang top itu dicoba dan bisa diterima oleh reviewer dan editor.
Di tabel 5 memasukkan juga fairways correlation untuk variabel-variabel yang digunakan.

robustness tes

Kemudian kita lihat di bagian conclussion atau bagian kesimpulan bagian akhir kita lihat di sini bagaimana Mas Bayu Arie Fianto menuliskan di study text “a fresh look at the factors that influence and Devin Islamic microfinance institution from of financing point of view” Jadi ini dari sisi supply ada di dari sisi institution nya dan ini sesuatu hal yang baru ya karena di Islamic itu ada PLS dan non PLS, apakah berpengaruh PLS dan non PLS ini? dan ternyata memang berpengaruh, jadi dan ini type of contract itu berdampak kepada non Performing financing dan di sini kontrak dengan tipe pls itu cenderung lebih non perform dan ini sesuai dengan teori.

conclussion

Kita lihat selanjutnya Disini Empirical Result kita sampaikan sedikit kemudian implikasi dari penelitian kita, kita dilihat juga di sini kata-kata di kesimpulan “surprisingly in this Study the main features of Islamic Finance PLS Financing is a variable that contributes highly” jadi PLS itu berkontribusi kepada pembiayaan macet atau bermasalah ya This Supports the fact that no telepon asing is the most is more popular than PLS Financing jadi ini kita mendukung data bahwa kenapa lembaga keuangan itu banyak menyalurkan non PLS, karena memang pls ini berkontribusi terhadap pembiayaan bermasalah dan ini menyebabkan lembaga keuangan itu banyak mengambil atau meminimalisir resiko dengan menyalurkan non-PLS.

Kemudian disampaikan disini This result imply that if The government plans to mention of Islamic Finance itu apa yang harus dilakukan, untuk regulator kemudian untuk knowledge untuk umum, kita berikan implikasi dari artikel ini. Jadi itu tadi artikel dari skripsi mahasiswa yang sudah kita bahas.

Jadi intinya cara merubah skripsi menjadi artikel jurnal scopus Q1, yaitu:

  1. Sesuaikan standar dengan jurnal internasional dalam hal ini juga lebih satu ya jadi bagian-bagian dari skripsi yang tidak sesuai kita hilangkan misalnya ada kerangka penelitian, model penelitian, yang itu tidak umum ada di jurnal internasional kita hilangkan. Tapi tentunya sesuai dengan target jurnal yang ingin kita masukkan.
  2. Pastikan aflo penulisan itu menarik dan baik.
  3. Motivasi, novelty, inovasi kita munculkan lagi
  4. Artikel-artikel sebelumnya yang terkait dengan penelitian harus diperbanyak kita sesuaikan kita cari lagi.
  5. Pastikan datanya benar eksekusi dari olah datanya kita running ulang.
  6. Kesimpulan harus memunculkan banyak implikasi dan kontribusi.

Jurnal Q1 juga bermanfaat, yaitu:

  1. Bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri skripsinya bisa masuk jurnal yang itu diterbitkan oleh penerbit yang baik dan dalam hal ini Q1. Jadi kalau misalnya dia mau berubah pikiran atau menjadi akademisi dia sudah punya modal.
  2. Hal ini juga baik bagi institusi menambah capaian.
  3. Tentunya ini juga misi penyebaran ilmu pengetahuan dengan kita menulis di jurnal-jurnal yang tepat untuk kita sendiri bisa menjadi bagian poin bagi dosen.

Saya rasa itu saja yang bisa disampaikan terima kasih mudah-mudahan bermanfaat. Artikel serupa lainnya 7 Jurnal Pendidikan Terindeks Scopus Vesi Sinta. Konsultasi seputar publikasi jurnal penelitian? kunjungi kami di Rifainstitute.

Bagikan ke teman Anda!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo 🖐
Ada yang bisa mimin bantu?